You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Sungai Deras
Sungai Deras

Kec. Teluk Pakedai, Kab. Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat

Sejarah Desa

kku ump 27 Agustus 2024 Dibaca 78 Kali
Sejarah Desa

Desa Sungai Deras berada di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Nama desa ini berasal dari sebuah sungai besar yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, namun memiliki arus yang sangat deras. Pada masa penjajahan Jepang, kelompok kecil keluarga dari suku *Dayak Ahe* menetap di tepi sungai ini. Untuk menuju kota, mereka harus mendayung sampan seharian penuh melawan arus, sehingga kampung tersebut dikenal dengan nama Sungai Deras.

Seiring berjalannya waktu, kampung kecil itu kedatangan pendatang dari berbagai daerah. Sekitar tahun 1854, pada masa transmigrasi SOB, rombongan dari *Jawa Barat, Madura, dan Sunda* berdatangan, sebagian dari daerah Kembang Kacang. Mereka datang atas undangan penduduk asli untuk bersama-sama membuka lahan dan membangun kehidupan baru. Kehadiran para pendatang membawa keahlian bertani, pencak silat, seni Sunda, dan tradisi gotong royong, yang kemudian berpadu dengan budaya lokal. Dari sinilah terbentuk dusun-dusun baru seperti :

  • Dusun Beringin
  • Dusun Pendamar
  • Dusun Pinang A
  • Dusun Gunung Ambawang*.

Awalnya wilayah ini masih termasuk bagian dari Desa Pasir Putih. Namun karena jumlah penduduk semakin bertambah dan lahan pertanian serta perkebunan semakin berkembang, masyarakat menginginkan kemandirian. Pada tahun 1955, terjadi pemekaran wilayah, dan pada tahun 1960 melalui keputusan camat Teluk Pakedai, resmi berdiri Desa Sungai Deras.

Masyarakat pada masa awal banyak menggantungkan hidup pada pertanian, perkebunan, dan hasil hutan. Pada tahun 1944, Islam mulai berkembang pesat di desa ini berkat dakwah seorang tokoh agama, Pak Moh Hatta. Sejak saat itu, kehidupan sosial dan spiritual warga semakin berkembang.

Hingga tahun 1980-an, akses menuju Sungai Deras hanya bisa ditempuh melalui jalur air. Sungai tetap menjadi urat nadi desa, meski perjalanan menuju kota memakan waktu lama. Perubahan besar terjadi ketika jalan darat menuju Rasau Jaya dibuka, yang membuat akses ke desa semakin mudah. Perekonomian warga semakin tumbuh signifikan setelah adanya jalur penghubung dengan Kecamatan Kubu, dan sejak tahun 2003, perkebunan kelapa sawit dan kelapa menjadi penopang utama kegiatan ekonomi masyarakat, di samping pertanian dan perikanan.

Kepemimpinan desa telah melalui perjalanan panjang. Pak Adam, seorang perantau, memimpin selama 30 tahun dan dilanjutkan oleh putranya, Marzuki Adam, selama 16 tahun sejak 1985. Setelah itu, kepemimpinan diteruskan oleh Herman selama 8 tahun. Pada tahun 2000, desa sempat dipimpin sementara oleh Pak Bahrun dan kemudian Pak Saidi Laco. Selanjutnya, Pak Slamet memimpin selama 12 tahun. Kini, sejak tahun 2022, Desa Sungai Deras dipimpin oleh Syahrus Shiyam.

Pendidikan juga menjadi bagian penting dari perjalanan desa. Sekolah pertama yang berdiri adalah SD Gotong Royong (SDGR) dengan hanya lima murid pada awalnya, sebelum kemudian berkembang menjadi MI Miftahul Ulum. Hingga kini, warisan budaya dari pendatang seperti pencak silat, seni Sunda, dan tradisi gotong royong masih hidup dan menjadi perekat kebersamaan masyarakat Desa Sungai Deras.